2020, Kredit Konsumer BRI Ditargetkan Tumbuh 12-13 Persen

Gopinjol.com – BRI targetkan pertumbuhan Kredit Konsumer tahun depan lebih tinggi dari tahun ini. Jika pada tahun ini target pertumbuhan masih dipatok di angka 10-11 persen. Kredit Konsumer BRI 2020 ditargetkan tumbuh 12-13 persen. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Direktur Konsumer BRI, Handayani di Gedung BEI Jakarta, pada Senin (19/8/2019) sebagaimana diberitakan halaman tirto.id.

Menurutnya, pertumbuhan kredit tersebut masih ditopang oleh penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) yang mencapai 35 persen dan 23 persen.

Dengan perkiraan suku bunga 2020 yang lebih rendah, target pertumbuhan kredit BRI diharapkan dapat tercapai.

Pertumbuhan Kredit Konsumer BRI Ditopang KTA, KKB, dan KPR

Masih menurut Handayani, Kredit Konsumer Bank BRI pada kuartal II tahun ini mengalami pertumbuhan 8,8 persen secara year on year (yoy). Dimana Kredit Tanpa Agunan (KTA BRI) memiliki portofolio paling besar. Namun pertumbuhan terbesar kredit konsumer justru didapat dari penyaluran KKB dan KPR.

Lebih lanjut, Handayani menjelaskan bahwa pertumbuhan KKB sebesar 35 persen (yoy). Hal ini dikarenakan BRI lebih memprioritaskan penyaluran pinjaman untuk kepemilikan kendaraan pertama.

Disamping itu, Perseroan juga menyasar penyaluran KKB untuk mobil dengan kapasitas mesin menengah mulai 1.000 – 2.500 cc. Seiring dengan meratanya pembangunan insfrastruktur jalan, BRI juga menyisir debitur di luar Jawa melalui kerjasama dengan dealer partner.

Pertumbuhan kredit konsumer terbesar kedua didapat dari penyaluran KPR BRI dimana peningkatannya tercatat sebesar 23 persen (yoy). Pencapaian tersebut didapatkan lantaran BRI menyasar KPR hunian kelas menengah dengan target penyaluran kepemilikan rumah pertama bagi debitur.

Meski memiliki portofolio terbesar, pertumbuhan KTA BRI masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan KKB dan KPR. Hal ini lantaran penyaluran KTA BRI diprioritaskan bagi nasabah yang menyalurkan gaji dan tunjangan melalui bank BRI (Payroll).

Sebagai gambaran, KTA BRI (BRI Guna) merupakan Kredit Tanpa Agunan yang terbagi dalam empat jenis yakni BRIguna Karya, BRIguna Purna, BRIguna Umum, dan BRIguna Pendidikan.

Keempat jenis KTA tersebut diperuntukkan bagi nasabah dengan status Karyawan aktif, Pensiunan, Karyawan aktif menjelang pensiun, dan bagi nasabah yang berstatus sebagai Mahasiswa S2 dan S3.

Penyaluran Kredit UMKM Ditargetkan Capai 80 Persen

Hingga Juni 2019, BRI berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 888,32 triliun yang didominasi penyaluran kepada UMKM sebesar 76,72 persen. Pencapaian ini mengalami peningkatan 11,84 persen secara year on year.

Secara konsisten, BRI terus meningkatkan komposisi penyaluran Kredit UMKM lebih besar dibandingkan kredit korporasi. Bahkan pembiayaan UMKM ditargetkan mencapai 80 persen dari total portofolio kredit BRI pada tahun 2022. Hal ini diungkapkan Direktur Utama BRI, Suprajarto dalam acara konferensi pers paparan kinerja keuangan Kuartal II/2019 di Kantor BRI Pusat, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Lebih lanjut, Suprajarto menyatakan bahwa korporasi akan terus menyalurkan pembiayaan kepada UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dilansir dari data realisasi KUR sampai dengan 30 Juni 2019, BRI tercatat sebagai penyalur KUR terbesar dengan total penyaluran Rp 50,29 triliun kepada 2.380.725 debitur.

Penyaluran tersebut didominasi oleh KUR Mikro dengan total penyaluran Rp 40,14 trilun kepada 2.346.268 debitur. Diikuti penyaluran KUR Kecil dengan penyaluran sebesar Rp 6,1 triliun kepada 27.142 debitur.

Penyaluran KUR BRI penempatan TKI mencapai Rp 92,29 juta dengan total debitur 7.309. Sedangkan KUR Khusus telah tersalurkan dengan nilai Rp 486 juta kepada 6 debitur.

Jika dilihat dari porsi dana KUR 2019 sebesar 86,97 triliun. Hingga Juni 2019, BRI telah berhasil menyalurkan 57,8 persen dari target penyaluran.

Anda mungkin juga suka