7 Tips Terbaik Take Over KPR Ke Bank Lain

Memindahkan pinjaman atau take over KPR terbaik dari satu bank ke bank lainnya merupakan praktik yang umum dilakukan dalam dunia perbankan nasional. Pemindahan yang dimaksud adalah perubahan Bank penjamin bukan hak milik rumah.

Dalam menentukan bank mana yang akan Anda gunakan untuk men-take over KPR pinjaman Anda, ada beberapa yang harus diperhatikan.

Seperti jenis suku bunga bank yang digunakan, apakah suku bunga tersebut fixed atau floating. Kemudian pertimbangkan loan to value (LTV) atau persentase pembayarannya.

Pemindahan pinjamanan ke lain bank memang cukup rumit dan panjang prosesnya.

Namun, bila Anda cukup jeli, keuntungan yang lumayan besar bisa Anda dapatkan dari take over KPR ini.

Untuk memperoleh yang terbaik, Anda harus memperhatikan tips mengajukan take over KPR di bank lain 2020 berikut ini:

#1 Pilih Bank dengan Suku Bunga Rendah

Setiap bank memiliki kebijakan nilai dari suku bunganya sendiri. Dehingga umumnya tidak ada bank memiliki nilai suku bunga sama kecuali memang terjadi secara kebetulan.

Suku bunga dasar kredit (SBDK) KPR perbankan Indonesia pada 2020 ini berada di level terendah di 6,42% dan tertinggi di 16,50%, dan memiliki rerata di level 8% hingga 9%.

Kebijakan ini sangat fluktuatif, dan dengan cepat naik dan turun. Oleh karena itu, Anda harus proaktif mencari informasi KPR sendiri.

Nama BankSBDK KPR (%)
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI)9,90
PT Bank Mandiri10,20
PT Bank Negara Indonesia (BNI)10,20
PT Bank Danamon10,25
PT Bank Central Asia (BCA)9,40
PT Bank Maybank Indonesia9,50
PT Bank Tabungan Negara (BTN)10,50
PT Bank Sahabat Sampoerna16,50
PT BPD Daerah Istimewa Yogyakarta6,42
PT BPD Jambi8,93

Data diatas merupakan beberapa nilai KPR dari bank-bank yang sering direkomendasikan.

Namun, Anda tidak harus selalu berfokus pada nilai KPR yang sekarang. Kestabilan nilai KPR dari bank merupakan salah satu pertimbangan penting pula.

#2 Cari bank yang Memiliki Suku Bunga Stabil

Anda pasti tidak ingin ketika telah memindahkan pinjaman KPR ke bank lain, dan beberapa bulan suku bunga bank tiba-tiba melonjak.

Hal tersebut sudah pasti akan merugikan Anda. Karena biaya penalti dan biaya KPR baru sudah cukup membebani keadaan finansial Anda.

Bank, umumnya akan datang ke berbagai tempat seperti pameran properti untuk menawarkan KPR rendah kepada Anda. Galilah informasi mengenai KPR disana.

Bertanyalah kepada pihak bank tentang tingkat stabilitas dan naik-turunnya suku bunga bank tersebut.

Mintalah data yang valid mengenai fluktuasi suku bunga, dan perhatikan di momen apa suku bunga akan naik dan turun.

Bila suku bunga bank cukup stabil dalam beberapa tahun terakhir. Maka bank tersebut dapat menjadi rekomendasi tujuan take over KPR.

#3 Pilih bank yang biasa digunakan KPR Program Perumahan Negara

Negara memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menyediakan tempat tinggal bagi warganya.

Namun, karena tingginya suku bunga bank masih banyak orang yang kesulitan untuk mengajukan KPR ke bank.

Oleh karena itu, Pemerintah bekerjasama dengan beberapa bank untuk menyediakan KPR yang dijamin oleh Pemerintah.

Bank-Bank yang dipilih oleh Pemerintah tentunya bukan bank yang asal dipilih.

Biasanya Pemerintah akan meminta suku bunga serendah dan sestabil mungkin.

Strategi ini juga sering dipakai oleh banyak pengembang perumahan. Karena kestabilan suku bunga akan meningkatkan jumlah pengambilan kredit perumahan.

Dengan demikian proyek perumahan akan mendapat dampak positif pula.

Umumnya, bank yang digunakan oleh Pemerintah adalah Bank BUMN, dan yang cukup sering dipakai adalah Bank Bukopin atau Bank BTN.

Baca: Pengalaman Buka Blokir Mandiri Online Karena Lupa Password

#4 Pertimbangkan Menggunakan BPD di Daerah Anda

Bank Perkreditan Daerah atau yang lebih dikenal dengan Bank BPD mungkin harus Anda masukkan dalam pertimbangan bank tujuan take over KPR.

Beberapa BPD sering menawarkan KPR dengan nilai rendah dan sangat stabil.

Contohnya adalah BPD Daerah Istimewa Yogyakarta, Bank ini menawarkan KPR senilai 6.42%.

Ini merupakan nilai terendah di seluruh bank yang memilki program KPR di Indonesia. Lalu Bank BPD Jambi dengan bunga KPR 8,93%.

Hal ini sejalan dengan tujuan pendirian dari Bank Perkreditan Daerah atau BPD yang dimaksudkan untuk meningkatkan akselerasi pembangunan daerah.

Namun, ada beberapa Bank Perkreditan Daerah yang memiliki suku bunga yang cukup tinggi.

Seperti BPD Sumatera Selatan Dan Bangka Belitung yang mempunyai nilai KPR mencapai 12,12 %.

Dan BPD Jawa Tengah yang memiliki nilai KPR mencapai 11,49%. Bahkan BPD DKI Jakarta telah mencapai 10,25% untuk kredit KPR.

#5 Gunakan Bank syariah

Anda dapat menjadikan bank syariah masuk kedalam pertimbangan bank tujuan pemindahan KPR.

Beberapa bank besar di Indonesia membuat program syariah dalam produk layanannya, dan layanan ini termasuk pinjaman KPR.

Dengan asas bebas riba, Anda tidak perlu pusing dengan naik turunnya suku bunga bank yang sangat sulit diprediksi.

Bahkan beberapa bank, seperti Mandiri Syariah yang pernah membuat promosi dengan membuat bonus bebas biaya penalti dan biaya pemindahan.

Ini adalah pilihan terbaik untuk anda yang selama ini masih dipusingkan dengan sistem kerja perbankan konvensional.

Baca: Panduan KTA BNI 2020: Pengajuan Online & Tabel Angsuran

#6 Lihat Kembali Situasi Keuangan Anda

Take over KPR mungkin adalah salah satu cara terbaik untuk menghindarkan dari angsuran kredit yang tinggi.

Namun, biaya yang harus Anda keluarkan untuk segala proses pemindahan KPR ke bank lain juga cukup besar.

Selain harus membayar biaya penalti, Anda juga harus membayar biaya pembuatan KPR baru yang cukup mahal.

Tidak perlu terburu-buru dalam mengambil keputusan, karena kebijakan bank akan selalu berubah setiap waktu.

Mungkin ada kebutuhan yang mendesak, dan membutuhkan banyak menguras finansial Anda.

#7 Perhatikan Jangka Waktu KPR

Anda mungkin akan melupakan yang satu ini. Tahukah Anda bank hanya menerima pengajuan KPR dari meraka yang memiliki usia produktif?

Faktanya memang beberapa bank umumnya menetapkan batas usia antara 55 hingga 65 tahun.

Kebanyakan pinjaman KPR adalah pinjaman jangka panjang, 20 tahun hingga 25 tahun.

Tentu bank akan sulit menyetujui proposal KPR Anda bila telah memasuki usia 40 keatas. Kecuali memang ada jaminan terhadap persoalan tersebut.

Hal yang dapat Anda lakukan adalah menurunkan jangka waktu pelunasan pinjaman KPR. Anda dapat menurunkannya menjadi 5-10 tahun, bahkan 15 tahun.

Perhatikan pula sisa pinjaman KPR Anda, bilamana sisa tidak terlalu besar. Maka sebaiknya lakukan pelunasan dalam jangka waktu sependek mungkin, untuk menghindari kenaikan suku bunga bank.

Itulah beberapa tips terbaik bagi Anda yang ingin take over KPR ke bank lain.

Ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan termasuk alasan mengapa Anda harus melakukan take over KPR dan apa saja risiko yang akan Anda tanggung.

Namun, keputusan tersebut mungkin akan menjadi keputusan terbaik atau terburuk, dan oleh karena itu pertimbangkanlah sebaik dan sedalam mungkin.

80%
Awesome

Take Over KPR

Memindahkan pinjaman KPR ke bank lain menjadi keputusan penting yang tidak boleh dilakukan sembarang. Jika dilakukan secara tepat maka potensi keuntungan bakal Anda peroleh.

  • Proses
  • Persyaratan
  • Suku Bunga
Anda mungkin juga suka