10 Stimulus Pemerintah Meredam Dampak Ekonomi Akibat Covid-19

Buat menangkal resesi, Pemerintah tengah mengkaji beberapa program mulai dari pinjaman tanpa bunga. Hingga bantuan Rp 600 ribu untuk karyawan dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan.

Banyak pakar ekonomi memprediksi pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap ekonomi global.

Terang saja, beberapa negara maju saat ini telah mengalami resesi akibat wabah penyakit tersebut.

Hingga ulasan ini diterbitkan setidaknya telah ada sembilan negara mengalami resesi ekonomi.

Sedangkan di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 mengalami kontraksi 5,32 persen.

Jika pada kuartal III atau kuartal IV mendatang pertumbuhan ekonomi kembali mengalami kontraksi, otomatis Indonesia bakal ke jurang resesi.

Menyadari risiko resesi cukup besar, Pemerintah Indonesia sebenarnya telah mengeluarkan program Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Program PEN merupakan senjata Pemerintah dalam memulihkan ekonomi Indonesia akibat dampak Covid-19.

Melansir laman setkab.go.id (7/8/2020). Satgas PEN yang diketuai Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa ada tiga fokus utama dalam pelaksanaan PEN.

Fokus tersebut tidak lain adalah Bantuan Sosial, Program Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan Program Padat Karya.

Mulai dari bantuan sosial hingga pinjaman tanpa bunga, berikut sederet stimulus pemerintah dalam upaya memulihkan ekonomi nasional:

#1 Program Keluarga Harapan

Program Keluarga Harapan (PKH) sebenarnya sudah lama berlangsung. Hanya saja guna meredam dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 Pemerintah meningkatkan PKH.

Tak tanggung-tanggung Pemerintah menambah 8 juta keluarga penerima PKH dari sebelumnya 9,2 juta jadi 10 juta keluarga.

Guna merealisasikan stimulus tersebut, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 4,6 triliun dengan total pagu Rp 37,4 triliun.

Selain jumlah penerima, pemerintah juga menaikkan angka penerimaan sebesar 25 persen.

Perubahan kebijakan juga terdapat pada masa penyaluran yang awalnya dilakukan selama tiga bulan sekali sekarang dipercepat jadi sebulan sekali.

Hingga bulan Agustus 2020 penyaluran program PKH telah mencapai Rp 72 triliun atau sekitar 72% dari total pagu.

#2 Kartu Pra Kerja

Seperti diketahui, Program Kartu Pra Kerja awalnya ditujukan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat Indonesia dengan persyaratan tertentu.

Syarat tersebut diantaranya berusia di atas 18 tahun, belum bekerja maupun sudah bekerja dan tidak sedang mengikuti pendidikan formal.

Dalam perkembangannya program yang belum juga dijalankan tersebut mengalami perubahan ketentuan akibat pandemi Covid-19.

Selain kuota peserta ditingkatkan, target penerima manfaat juga ditambah bagi WNI yang mengalmi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) serta UMKM yang terkena dampak Covid-19.

Saat ini pendaftaran Program Kartu Prakerja gelombang IV tengah berlangsung.

Jika Anda memenuhi kriteria sebagai peserta silakan lakukan registrasi dan pendaftaran lewat https://www.prakerja.go.id/.

Baca: 2 Cara Mengganti Rekening & E-Wallet Insentif Kartu Prakerja

#3 Program Kartu Sembako

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau yang sekarang akrab disebut sebagai kartu sembako adalah salah satu program perlindungan sosial dari pemerintah.

Dilansir dari halaman kemensos, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah bantuan sosial pangan dalam bentuk non tunai dari pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulannya.

Bantuan tersebut disalurkan melalui mekanisme akun elektronik yang hanya bisa digunakan untuk membeli bahan pangan di pedagang bahan pangan/e-warong yang bekerjasama dengan bank.

Dalam upaya mempercepat pemulihan ekonomi akibat dampak Covid-19. Pemerintah menambah penerima Kartu Sembako sebesar 8 juta penerima.

Dengan demikian data penerima kartu sembako yang awalnya sebanyak 15,2 juta meningkat jadi 20 juta penerima.

Disamping penerima, stimulus lewat kartu sembako juga diberikan dengan menambah jumlah manfaat yang awalnya diberikan Rp 150.000 jadi Rp 200.000.

Alokasi anggaran Kartu Sembako dipatok sebesar Rp 43,6 triliun dengan tujuan penerima manfaat sebanyak 20 juta keluarga.

#4 Bantuan Sosial Tunai dan Non Tunai

Menurunnya kegiatan ekonomi akibat pandemi Covid-19 sangat memukul perekonomian semua lapisan masyarakat.

Penurunan pendapatan hingga gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sangat berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan.

Tepat kiranya pemerintah memberikan stimulus Bantuan Sosial Tunai dan Non Tunai guna meredam dampak ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Bansos Tunai dan Non Tunai ditujukan untuk daerah-daerah terdapak Covid-19 dengan target penyaluran kepada 10,9 juta keluarga.

Adapun total alokasi anggaran Bansos Tunai dan Non Tunai besarannya Rp 39,2 triliun.

Hingga bulan ini penyaluran yang telah terserap sebesar Rp 19 triliun atau sekitar 49% dari pagu anggaran.

#5 Bantuan Langsung Tunai Dana Desa

Masih ada lagi stimulus bagi masyarakat kalangan bawah yang kehilangan pekerjaan dan tidak memperoleh PKH dan Bansos Tunai dan Non Tunai.

Stimulus tersebut berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa yang dialihkan dari anggaran Dana Desa.

BLT Desa diberikan dengan penerimaan Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan sehingga totalnya Rp 1,8 juta.

Pemerintah menetapkan Pagu anggaran BLT Desa sebesar Rp 31,8 triliun dengan target penerimaan kepada 8 juta keluarga.

Sayangnya hingga bulan ini penyerapan BLT Desa tergolong lambat karena baru mencapai 27% dari target.

Beberapa ketentuan penerima BLT Desa diantaranya sebagai berikut:

#6 Subsidi Bunga Kredit bagi UMKM

Guna meredam dampak ekonomi akibat Covid-19 Pemerintah juga telah menyiapkan subsidi suku bunga dengan pagu Rp 35,2 triliun.

Adapun kriteria debitur yang bisa memperoleh subsidi suku bunga kredit diantaranya memiliki jumlah pinjaman maksimal Rp 10 miliar.

Terdapat baki debit sampai tanggal 29 februari 2020, serta memiliki kolektabilitas lancar 1 dan 2.

Selain ketentuan tersebut, subsidi bunga kredit ini hanya diberika bagi UMKM yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

#7 Penempatan Dana Himbara

Guna mendorong pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah juga telah menempatkan dana pada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dengan total dana Rp 30 triliun rupiah.

Dari total dana penempatan tersebut ditargetkan penyaluran kredit yang bisa dilakukan Himbara antara Rp 60 triliun hingga Rp 90 triliun rupiah.

Melansir laman bisnis.com (27/7/2020) setelah lebih dari sebulan berjalan, Himbara telah berhasil menyalurkan pinjaman sebesar Rp 35 triliun. Lebih lanjut, dana tersebut tersalurkan kepada 620.000 debitur UMKM.

#8 Bantuan 600 ribu untuk Karyawan Gaji di Bawah 5 juta

Agar tidak terperosok ke jurang resesi, Pemerintah berupaya meningkatkan daya beli masyarakat.

Salah satunya melalui program bantuan Rp 600 ribu untuk karyawan gaji di bawah Rp 5 juta.

Saat ini program bantuan Rp 600 ribu dari pemerintah tersebut tengah melalui proses finalisasi.

Jika lancar BTL untuk karyawan gaji di bawah Rp 5 juta tersebut bakal dilaksanakan mulai bulan September mendatang.

Lebih lanjut bantuan bagi karyawan swasta ini rencananya diberikan selama 4 bulan dengan penerimaan dua periode dengan total penerimaan Rp 2,4 juta.

Jadi karyawan yang memenuhi kriteria penerima bantuan bakal memperoleh BTL dalam dua tahap dengan masing-masing penerimaan Rp 1,2 juta rupiah.

Adapun syarat utama penerima bantuan Rp 600 ribu dari pemerintah diantaranya merupakan Karyawan Swasta dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan.

Mengikuti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, dan bukan pegawai BUMN maupun PNS.

#9 Subsidi Listrik

Untuk meringankan beban hidup masyarakat, Pemerintah melalui PLN juga memberikan subsidi listrik.

Program ini sudah berjalan beberapa bulan dan diperpanjang hingga September mendatang.

Program ini berupa pembebasan biaya listrik bagi pengguan 450 VA, subsidi 50% bagi pengguna 900 VA yang memenuhi kriteria.

#10 Pinjaman Tanpa Bunga

Ancaman resesi jadi momok menakutkan bagi semua negara. Tak heran jika masing-masing negara bergegas memberlakukan kebijakan guna meningkatkan daya beli masyarakat.

Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional juga tengah menyiapkan program pinjaman tanpa bunga Rp 2 juta dengan jangka waktu selama 12 bulan.

Syarat utama yang bisa memperoleh pinjaman tanpa bunga ialah keluarga yang memiliki usaha rumahan atau UMKM. Dengan adanya program ini diharapkan ekonomi Indonesia dapat tumbuh positif.

Pinjaman tanpa bunga dari pemerintah diberikan dengan subsidi suku bunga sehingga debitur tidak dikenakan bunga kredit.

Rencananya program utang tanpa bunga tersebut bakal diluncurkan menjelang perayaan kemerdekaan 17 Agustus mendatang.

Anda mungkin juga suka