Mengenal Fintech Urun Dana (Pengertian, Cara Kerja, Manfaat)

Pengertian Fintech Urun Dana – Istilah Layanan Urun Dana masih cukup asing terdengar di telinga. Maklum saya, kehadiran teknologi finansial yang satu tidak seheboh P2P Lending maupun Payment Gateway yang banyak diberitakan media.

Padahal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mengeluarkan regulasi lho tentang layanan urun dana yang tercantum dalam Peraturan Nomor 37/POJK.04/2018.

Peraturan tersebut memuat regulasi tentang Layanan Urun Dana Melalui Penawaran Saham Berbasis Teknologi Informasi di Indonesia.

Pengertian Fintech Urun Dana

“Fintech Urun Dana” merupakan istilah dari Equity Crowdfunding yang sudah terlebih dahulu muncul di Australia dan sebagian besar Negara Eropa.

Equity Crowdfunding adalah penawaran sekuritas perusahaan swasta kepada sekelompok orang (investor) yang dilakukan secara online.

Sedangkan menurut OJK, pengertian Fintech Urun Dana adalah penyelenggaraan layanan penawaran saham yang dilakukan oleh penerbit untuk menjual saham secara langsung kepada pemodal melalui jaringan sistem elektronik yang bersifat terbuka.

Jika kita perluas lagi, penawaran saham melalui layanan Urun Dana hampir mirip dengan Bursa Efek.

Bedanya, saham yang diperjual belikan dalam Bursa Efek merupakan saham emiten yang sudah Go Publik atau Initial Public Offering (IPO).

Sedangkan jual beli saham melalui layanan Urun Dana dapat ditawarkan oleh perusahaan yang belum Go Publik (tanpa IPO) dengan sistem profit sharing (bagi hasil).

Asal tahu saja, untuk bisa mencatatkan nama sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) perusahaan harus memenuhi berbagai persyaratan yang tak mudah.

Di lain sisi, setiap perusahaan sejatinya punya ambisi untuk tetap bertahan dan tumbuh berkembang. Upaya meningkatkan usaha tersebut salah satunya bisa dilakukan dengan menambah modal kerja.

Sementara itu, akses pinjaman modal kerja melalui finansial service masih sangat terbatas. Terlebih bagi perusahaan UKM yang belum bankable.

Kehadiran Fintech Urun Dana memberikan angin segar bagi pengusaha kecil untuk menarik investor secara online tanpa IPO.

Investor yang bersedia meminjamkan modal akan memperoleh saham perusahaan bersangkutan. Nantinya profit investor didapat dari keuntungan perusahaan sesuai porsi saham yang mereka miliki.

Cara Kerja Fintech Urun Dana

pengertian fintech urun dana dan cara kerja nyaDari pengertian Fintech Urun Dana yang telah kita bahas di atas, bisa kita pahami jika Layanan Urun Dana adalah platform teknologi finansial yang mempertemukan antara pengusaha dan investor.

Fintech Equity Crowdfunding adalah solusi tepat bagi perusahaan kecil dan ritel untuk memperoleh pinjaman dana tanpa melepaskan saham ke Bursa Efek.

Umumnya cara kerja fintech Urun Dana mirip dengan Crowdfunding dimana pengusaha terlebih dahulu mendaftarkan bisnis mereka ke platform Urun Dana.

Jika pendaftaran bisnis tersebut disetujui oleh platform, perusahaan terdaftar bisa menawarkan saham kepada investor. Bentuk usaha yang ditawarkan pun sangat beragam ada bentuk perdagangan ritel hingga proyek jangka pendek.

Demikian pula pengguna yang berniat membeli saham online harus mendaftarkan diri sebagai investor melalui platform urun dana.

Investor memilih bisnis/ perusahaan yang akan ia danai dan meminjamkan dana untuk memperoleh saham dari perusahaan bersangkutan.

Perusahaan yang melepas sebagian sahamnya akan memperoleh pendanaan dari investor dengan sistem profit sharing.

Sedangkan investor pemberi pinjaman modal akan memperoleh saham dari usaha yang ia danai. Selain memperoleh sebagian saham dari usaha yang didanai, investor nantinya juga memperoleh bagian dari keuntungan usaha sesuai porsi saham yang ia miliki.

Manfaat Layanan Urun Dana

Kehadiran platform layanan Urun Dana menambah keragaman teknologi finansial di Indonesia. Di samping P2P Lending seperti pinjaman kilat Do-it dan Croudfunding, Equity Crowdfunding bisa jadi solusi terbaik pelaku usaha dan investor untuk sama-sama memperoleh keuntungan.

Manfaat Fintech Urun Dana bagi perusahaan skala kecil menengah ialah sebagai perantara untuk memperoleh pendanaan dengan sistem jual saham tanpa IPO.

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menjadi segmen bisnis yang diyakini memiliki kemampuan bertahan sangat besar. Selain turut serta menyerap tenaga kerja, banyak anggapan bahwa UKM tahan krisis. Dimana perusahaan skala besar bertumbangan saat krisis ekonomi terjadi, UKM justru dapat bertahan.

Selama ini keterbatasan akses pinjaman modal dari perbankan menjadi salah satu penghambat meningkatnya UKM di Indonesia.

Meski pemerintah terus berupaya memudahkan akses pinjaman bagi pelaku UKM yang belum bankable melalui program Kredit Usaha Rakyat.

Program tersebut masih sangat terbatas dalam segi penyaluran dan ketentuan ptatform yang dapat diajukan UKM.

Penggalangan dana melalui Fintech Urun Dana menjadi solusi terbaik bagi UKM yang belum bankable untuk memperoleh pendanaan sesuai profitable bisnis yang mereka kerjakan.

Di sisi lain, Fintech Equity Crowdfunding juga bermanfaat bagi masyarakat yang ingin berinvestasi dengan modal ringan.

Contoh Fintech Urun Dana

Salah satu teknologi finansial yang membuka layanan urun dana di Indonesia ialah Santara.

Santara adalah salah satu platform Layanan Urun Dana di Indonesia yang telah memperoleh izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Perusahaan teknologi finansial yang lahir di Kota Yogyakarta ini bisa Anda jadikan sebagai alternatif untuk memperoleh pendanaan bagi pelaku UKM.

Anda bisa juga menjadikan Layanan Urun Dana sebagai solusi investasi online dengan membeli saham pebisnis UKM yang diterbitkan melalui platform tersebut.

Tertarik investasi online lewat Fintech Equity Crowdfunding? Atau mau menggalang dana buat ngembangin bisnis?

Apapun pilihan Anda pastikan terlebih dahulu memahami cara kerja, keuntungan, dan risiko pemanfaatan platform Fintech Equity Crowdfunding.

Semoga ulasan tentang pengertian Fintech Urun Dana atau Equity Crowdfunding di atas bermanfaat.

 

Anda mungkin juga suka