BCA Mulai Trial Digital Operation Bank Royal Pada Juni 2020

Setelah akuisisi PT Bank Royal Indonesia, BCA proyeksikan Bank Royal sebagai Digital Banking. Menurut Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, Juni 2020 trial digital operation akan mulai dilakukan.

Sebagaimana yang kita ketahui, pada 16 April lalu BCA telah mengumumkan mengakuisisi Bank Royal. Tak tanggung-tanggung, BCA merogoh kocek lebih dari Rp 1 triliun untuk transaksi akuisisi tersebut.

BCA Siapkan Digital Bank Royal

Sebelumnya, manajemen BCA menjelaskan bahwa keputusan akuisisi Bank Royal ditujukan untuk mendukung program arsitektur perbankan Indonesia sekaligus mengembangkan bisnis perseroan.

Lebih lanjut, BCA juga menjelaskan bahwa Bank Royal dipersiapkan sebagai entitas anak perusahaan mandiri. Yang secara terintegritas dengan perseroan bakal mengembangkan bisnis dengan fokus menawarkan layanan tertentu.

Pada acara press conference paparan kinerja BCA kuartal III-2019, Senin (28/10) di Hotel Indonesia Kempinski, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan bahwa Bank Royal diproyeksikan sebagai bank digital dan akan mulai trial digital operation pada Juni 2020.

Direktur BCA Vera Eve Lim menambahkan Digital Bank Royal setidaknya siap memberikan layanan basic banking pada Juni 2020. Layanan basic tersebut meliputi setor dana, pemberian kredit, pemindah bukuan, transfer, top up, hingga investasi secara digital.

Menurutnya, Bank Royal tetap akan menjadi entitas mandiri namun terintegritas dengan BCA sehingga proses tarik tunai nantinya bisa melalui ATM BCA.

Kendati BCA sudah punya platform digital sendiri, segmen pasar yang dibidik Bank Royal nantinya bakal berbeda.

BCA Realisasikan Kerja Sama dengan Wechat Pay dan Alipay Pada 2020

Meski sempat dikabarkan mengalami kemunduran, BCA berkomitmen untuk merealisasikan kerja sama dengan Wechat Pay dan Alipay pada awal 2020.

Rencananya, BCA akan menjadi penyedia fasilitas untuk kedua penyelenggara jasa sistem pembayaran asal tiongkok tersebut.

Sebagaimana Peraturan BI (PBI) Nomor 20/VI/PBI/2018 tentang Penyelenggaran Uang Elektronik.

Setiap penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP) asing yang masuk ke Indonesia wajib bekerja sama dengan perusahaan switching lokal.

Dengan demikian setiap transaksi dari sistem perusahaan pembayaran asing akan tetap terhubung dengan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

Selain itu PJSP asing juga wajib terhubung dengan perbankan lokal yang masuk kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) IV.

Sebagai PJSP asing, Wechat Pay dan Alipay membutuhkan acquirer lokal guna memproses data uang elektronik yang diterbitkan oleh pihak lain.

Nantinya, BCA akan menyediakan mesin EDC yang ditempatkan di merchant daerah wisata yang banyak dikunjungi touris Tiongkok.

Harapannya, kerjasama antara BCA dengan Wechat Pay dan Alipay mampu menjaring pendapatan dari torus asal Tiongkok.

Usaha BCA menyiapkan Bank Royal sebagai bank digital bakal menambah jumlah digital banking di Indonesia.

Sebelumnya PT Bank DBS Indonesia (DBS) melalui aplikasi Digibank dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) melalui aplikasi digital Jenius. Tercatat sebagai penyelenggara layanan digital banking secara menyeluruh.

Anda mungkin juga suka