Bunga KUR Direncanakan Turun Jadi 6 Persen, Plafon Tanpa Jaminan Naik

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa pemerintah memprogramkan perbaikan skema penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Perbaikan tersebut diantaranya dengan menurunkan bunga KUR jadi 6 persen dan menaikan plafon KUR tanpa jaminan sampai Rp 50 juta.

Seperti diketahui saat ini, bunga KUR masih diangka 7% per tahun. Gak cuma turunkan bunga KUR jadi 6% per tahun. Pemerintah juga berupaya menaikkan pinjaman KUR tanpa jaminan jadi Rp 50 juta dari sebelumnya Rp 25 juta per debitur.

Perlambatan ekonomi global menjadi isue hangat yang perlu mendapatkan perhatian semua negara termasuk Indonesia. Kebijakan terhadap sektor UMKM termasuk pemangkasan bunga KUR bisa menjadi salah satu cara pemerintah dalam menjaga daya tahan ekonomi domestik.

Menurut Airlangga, saat ini pihaknya sedang mengkaji kebijakan peningkatan plafon sekaligus mengupayakan penurunan suku bunga KUR.

“Kita sudah waktunya juga untuk menurunkan tingkat suku bunga KUR. Ini kita sedang melakukan pelajari juga.” Kata Airlangga Jumat (1/11).

Selain kebijakan terhadap peningkatan plafon KUR tanpa jaminan dan penurunan suku bunga. Beberapa kabar terkait Kredit Usaha Rakyat juga cukup menarik perhatian, berikut beberapa diantaranya.

Potensi Gojek Salurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memanggil petinggi Gojek ke Kantor KemenKop dan UKM pada Selasa (29/10) membahas kemungkinan kolaborasi yang bisa dijalin.

Seusai pertemuan tersebut Kemenkop dan UKM juga dikabarkan memiliki rencana untuk mempermudah UMKM mitra Gojek untuk memperoleh pinjaman KUR.

Menurut Deputi Produksi dan Pemasaran Kemenkop UKM Victoria Simanungkalit Gojek memiliki mitra UMKM dan punya data UMKM mana saja yang sudah memiliki bisnis yang layak untuk memperoleh dana KUR.

Pihaknya mengaku tengah mencari potensi kerja sama meskipun masih dalam tahap pembicaraan.

“Paling tidak mereka punya data, siapa UMKM-UMKM yang sudah punya bisnis yang bisa dibiayai (oleh KUR). Kami coba kerja sama. Tetapi itu masih dalam pembicaraan,” Victoria kepada wartawan.

Masih pada hari dan tempat yang sama, petinggi Gojek Dyan Shinto E Nugroho berharap UMKM mitra Gojek memiliki kesempatan lebih cepat memperoleh pinjaman KUR.

Kendati demikian Gojek menyadari bahwa penyaluran KUR perlu dilakukan dengan membangun kerja sama dengan perbankan penyalur KUR.

Lebih lanjut, Syan Shinto berharap pemerintah bisa memfasilitasi kerja sama antara Gojek dengan perbankan untuk mewujudkan penyaluran KUR yang lebih cepat.

Bank DKI Ingin Salurkan KUR mulai 2020

Selain kabar tentang upaya pemerintah untuk menurukan suku bunga KUR dan menaikkan plafon KUR tanpa jaminan sampai Rp 50 juta. Kabar menarik juga datang dari Bank DKI dimana pihaknya sedang mengajukan kembali sebagai penyalur KUR.

Kabar tersebut disampaikan Direktur Utama Bank DKI Zainuddin Mappa dalam rapat pembahasan KUA PPAS APBD DKI Jakarta 2020 bersama Komisi C DPRD Jakarta pada hari Rabu (30/10).

Zainuddin Mappa mengatakan Bank DKI memiliki target untuk kembali menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2020.

Seperti diketahui, Bank DKI memperoleh jatah penyaluran KUR. Namun karena angka NPL Bank DKI cukup tinggi jatah dana KUR ditarik oleh pemerintah.

Di sisi lain, pemerintah menetapkan peraturan yang mengharuskan NPL perbankan penyalur KUR tidak boleh di atas 5%.

Sedangkan Bank DKI pada tahun 2015 mencatatkan NPL di angka 7,98% sehingga jatah dana KUR ditarik oleh pemerintah.

Upaya Bank DKI dalam menurunkan NPL atau kredit macet bisa dibilang cukup bagus. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan terus turunnya NPL dari tahun ke tahun.

Secara terperinci Bank DKI mampu memangkas NPL jadi 5,35% pada tahun 2016. Dan berlanjut menjadi 3,76% di tahun 2017 dan 2,66% pada 2018.

Mudah-mudahan dengan terus turunya NPL Bank DKI target penyaluran KUR pada 2020 dapat terlaksana. Sehingga memberikan kesempatan bagi nasabah memperoleh pinjaman KUR dari bank DKI.

Sebelumnya, pemerintah telah meningkatkan anggaran subsidi suku bunga KUR 2020 menjadi Rp 150 triliun atau meningkat Rp 10 triliun dari tahun ini (Rp 140 triliun).

Rencana pemerintah dalam mengupayakan penurunan bunga serta peningkatan plafon KUR tanpa jaminan menjadi kabar baik bagi pelaku UMKM di Indonesia.

Anda mungkin juga suka